Non, ketika malam sudah bertandang mengapa bintang mulai berjatuhan?
atap rumah berisik, seperti kucing yang bertengkar dan membuat gaduh seisi rumah.
aku hanya bisa terdiam, menutup kuping jalan yang sia-sia untuk dilakukan
lalu, mataku membelalak, sungguh sulit untuk menutup mata setiap malam
pagi hari, ketika sudah terbangun, mata ini lelap, sekujur tubuh mulai membeku
Non, bagaimana jika kita bersepakat untuk menanggalkan segala zirah kehormatan
bagaimana jika kau relakan mata ini untuk tidur pada malam hari
apa kau masih bersedia untuk membuat kuburan ini basah dengan tangisan
malaikat lelah untuk selalu menunda memberikan pertanyaan yang sulit untuk dijawab
tapi entah, pertanyaan apapun tidak akan sesulit jika kau berada tepat dibalik nadiku
Non, apa yang kau pahami dengan perdamaian, apa yang kau pahami dengan perjumpaan
tanaman di teras rumah mulai layu, kau lupa untuk menyiraminya lagi
tak seperti pekan lalu ketika kau disiplin untuk menyiram bunga setiap pukul 7 pagi
seseorang mencoba menyirami tanaman itu, sepertinya tanaman itu sudah mulai malas untuk tumbuh
Non, jika kau telah pulang dari kota seberang mampirlah sejenak
kau melupakan sesuatu di teras rumah
kau melupakan sandal dan secarik kertas di atas meja, bahkan kau lupa untuk menghabiskan teh Ibu
Yogyakarta, 25 Januari 2022
Komentar
Posting Komentar