Let’s Nikah? Nikah merupakan suatu hal yang sangat sacral, dari semua agamapun terdapat yang namanya nikah, apalagi dalam agama islam yang telah tentukan bagaimana tata acara melakukan nikah, semuanya telah di atur baik dalam al-qur’an, hadist dan ijmak ulama. Nikah beda halnya dengan istilah kawin yang saya dapat dari teman-teman saya “kawin itu pakai urat, kalo nikah pake mahar dan ijab Kabul” cukup lucu rupanya hal istilah tersebut yang saya kira memiliki makna yang sama akan tetapi nyatanya menurut anak milenial sekarang beda. Dalam media sosial banyak sekali para ustadz pendatang baru atau bisa di bilang ustadz cinta berdakwah menikah, entah mengapa hal itu sangat disukai para kaum feminis, bahkan sering kali hal itu menjadi bahan story whatssap dan instragam mereka, tapi nyatanya hal itu sebagai pancingan kepada lawan pasangan atau hanya sebagai eksistensial belaka. Banyak sekali pertayaan mengenai hal menikah ini, mengenai syarat dan prasyarat tidak perlu di jabarkan lagi,...
aku akan kembali seperti nelayan; mengarungi bahtera indah yang tercipta untuk mendapatkan beberapa ekor ikan, melemparkan jaring dan mengangkatnya, entah tak terbayang betapa indah seorang nelayan yang membawa ikan di tangan dengan senyum yang terlihat dari kejauhan, lalu bidadari melambaikan tangan dengan damai "mari kita pulang dan menyantap makanan kemudian beristirahat bersama"