Langsung ke konten utama

Omong Kosong Kemerdekaan


Omong Kosong Kemerdekaan
teruntuk Indonesia-ku tercinta yang telah berusia 73
aku mencintaimu dengan caraku sendiri
Sebelum saya menulis dan berbicara lebih lanjut tentang arti merdeka dan kemerdekaan Indonesia marilah kita bersama-sama mengheningkan cipta bersama-sama bagi arwah pejuang yang telah rela berjuang dan telah gugur demi kemerdekaan negara kesatuan republic Indonesia. Mengeheningkan cipta dimulai;
Mengheningkan Cipta
T. Prwit
Dengan seluruh angkasa raya memuji
Pahlawan negara
Nan gugur remaja diribaan bendera
Bela nusa bangsa

Kau kukenang wahai bunga putra bangsa
Harga jasa
Kau Cahya pelita
Bagi Indonesia merdeka
Malam yang cerah dengan dinginnya mulai membuatku menggigil tanpa henti, setelah segalan kegiatan pengenalan budaya akademik dan kemahasiswaan selesai sore tadi. Setelah tatapan mata mulai melihat jam tangan tak terasa jam 00 : 02, tak menyangka sudah memasuki hari yang baru tepatnya tanggal 17 agustus 2018, ternyata hari ini Indonesia berulang tahun yang ke 73, tak menyangka, jikalau Indonesia beruapa manusia pastinya Indonesia menjadi adik kelasnya Ma’ruf Amien yang mendobrak seluruh sosial media semenjak di tetapkannya dia menjadi calon wakil presiden.
Baru ulang tahun kali ini tak terlalu beredar berita tentang kegiatan ulang tahun republik Indonesia yang tersiar di media baik itu berita di televise maupun jejaring sosial Cuma gegara politik pemilihan presiden yang mengoncangkan jagat raya, apalagi isu Mahfudz MD yang di PHP oleh jokowi untuk menjadi wakilnya, isunya lagi jokowi takut jikalau dia tidak lebih tenar dari wakilnya, adajuga yang mengatakan ini ketakutan dari para partai koalisi seperti Muhaimin Iskandar sebagai ketua PKB, das Romi sebagai ketua PPP. Pak Maahfudz telah membeberkan segalanya di public sontak pun saya terkaget-kaget dengan hal ini karena Madura bisa dikatakan di PHP juga memiliki kader yang akan menjadi calon wakil presiden. Dari kubu sebelah Prabowo yang menggangdeng wakil gubernur Jakarta terpilih Sandiaga Uno seorang bos dan direktur banyak perusahaan di Indonesia dan di kabarkan harta kekayaan melimpah dan tumpah-tumpah dan ketika itu saya lupa bahwa Indonesia sebentar lagi akan berulang tahun yang ke-73.
Saya pikir merayakan ulang tahun kemerdekaan republic Indonesia di anak tirikan oleh para penguasa yang mempunyai kepentingan hari ini, demi kekuasaan mereka lupa bahwa yang akan mereka kuasa akan menetas kembali, mereka sibuk untuk mencari koalisi kemana-mana, mereka sibuk untuk turun ke jalan-jalan demi bentuk kepedulian mereka dengan media yang ada di samping dan setiap langkah mereka berjalan, anggap saja mereka mulai bertaubat dengan cara mereka sendiri. Entah saya mulai tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi di Indonesia ini, muak dengan mendengar penguasa yang berseliweran untuk mendapat dukungan dimana-mana demi keberkuasaan mereka di bumi saya ini, apakah ini yang d seut merdeka? Meneriakkan kemerdekaan untuk mendapat simpatisan untuk dipilih, untuk disanjung, untuk di hormati dan lain sebagainya.
Banyak sekali pertanyaan yang hari ini menjadi sampah berserakan tanpa bisa di pilih, banyak sekali pertanyaan yang orang seropohkan di media sosial demi menanyakan apa sebenernya kemerdekaan itu dengan adanya problematika yang ada, kemerdekaan yang di impikan? Apa kemerdekaan benar sebagai subtansi dari kemerdekaan itu sendiri? Apakah kemerdekaan telah finish dengan adanya perayaan ulang tahun kemerdekaan republik Indonesia? Mari kita saling berdialektika, saling bermunasabah, saling intropeksi diri, mungkin saja kita dalah salah satu kutu yang ada di kemerdekaan republic Indonesia sebenarnya.
Mari kita lihat makna merdeka yang bisa kita tahu dari kamus besar bahasa Indonesia, dalam artikan arti merdeka ini adalah arti secara universal, karena merdeka mempunyai banyak makna yang bisa kita terapkan dalam keseharian kita masing-masing. Merdeka adalah bebas (dari penghambaan, penjajahan dan sebagainya) proposisi lain kemerdekaan adalah keadaan hal berdiri sendiri – bebas, lepas, tidak terjajah lagi, dan sebagainya); kebebasan adalah hak segala bangsa. Memerdekakan adalah menjadikan merdeka; membebaskan diri, melepaskan diri dari penjajahan dan sebagainya, memberikan kebebasan, dan yang terakhir semerdeka-merdekanya adalah tidak terpengaruh (apapun dan siapapun); bebas aktau lepas sama sekali.
Dari makna yang telah tertulis mempunyai makna yang cukup mendalam dan universal, bagaimana merdeka menurut para tokoh pahlawan? Ir Soekarno bapak revolusioner dan bapak presiden pertama Indonesia berkata bahwa merdeka adalah “ kebebasan untuk menjalankan politik, ekonomi, dan sosial kita sejalan dengan konsepsi nasional kita sendiri”, professor Dyiyarkara salah satu pemikir bear Indonesia mengatakan bahwa memaknai kemerdekaan sebagai kekuasaan untuk menentukan diri sendiri untuk berbuat atau tidak berbuat. Dari makna kamus besar Indonesia dan para tokoh revolusioner dan pemikir Indonesia memili makna yang particular bahwa merdeka adalah suatu kebebasan bagi sluruh bangsa – baik dalam hal berpendapat, bersosial, ekonomi dsb – dan merdeka terbebas jdari segala macam penjajahan yang ada di atas muka bumi ini, tapi apakah kita merdeka meliat makna mendalam dari merdeka itu sendiri, mungkin sekarang ini kita berfikir bahwa sanya kita merdeka dengan tidak di jajah oleh bangsa asing dalam hal peperangan, merdeka bahwa sanya kita bisa menikmati segala hal apa yang kita punya, merdeka dengan kita bebas untuk berpolitik dan berekonomi, apakah pernah kita berfikir bahwa sanya itu hanyalah keapatisan kita untuk kemerdekaan diri sendiri bukan secara universal sebagai bangsa Indonesia? Apakah kita pernah berfikir masih banyak orang yang miskin yang tidak bisa menikmati indahnya masa kecil dengan ikut belajar di bangku sekolah dasar dan seterusnya? Apakah pernah kita berfikir banyak sekali orang penganguran yang tak menemukan kerja karena susahnya lapangan pekerjaan? Apakah kita pernah berfikir betapa mahalnya bahan dan pangan kita hari ini? Sungguh miris jikalau kita mengatakan bahwa kita Indonesia adalah bangsa yang merdeka, sangat miris jikalau presiden bangsa dengan gagahnya berdiri di atas podium dengan lantang mengatakan bahwa sanya Indonesia adalah bangsa yang merdeka.
Merdeka hari ini adalah sebuah spekulatif yang sering di seropohkan oleh para penguasa yang menertawakan hiruk pikuk bangsa yang miskin dan tak berdaya apa-apa, mereka dengan mudahnya merauk untung dari bumi kita Indonesia tanap mau tahu betapa masih banyak sekali orang yang susah payah untuk sekedar mencari sesuap makan. Kita hari ini di jajah oleh bangsa kita sendiri, di jajah oleh penguasa yang mempunyai kepentingan sendiri demi suatu tujuan yang egois dan apatis. Jikalau kita merdeka dengan seutuhnya, tak ada kata kelaparan, tak akan ada kata kemiskinan, tak akan ada kata sengsara, tak akan ada kata pertengkaran apalagi pertengkaran merebutkan kekuasaan tertinggi di bumi kita Kartini. Hari ini mereka para penguasa berlagak pahlawan yang pernah melawan penjajah dan memproklamsikan kemerdekaan 17 agustus 1945, padahal mereka adalah para penajajah bangsa Indonesia, berspukalasi untuk menurun harga pangan, mensejahterakan bangsa, nyatanya mereka hanya menurunkan harkat martabat bangsa Indonesia, mensejahterakan kolega dan partai-partai mereka.
Merdeka hari ini adalah bentuk eksistensial bagi bangsa Indonesia, banyak sekali bangsa Indonesia yang tertipu dengan kata merdeka tanpa melihat arti subtasial yang ada di balik kata merdeka. Mari kita saling mengingatkan satu sama lain untuk mencapai suatu kehakikatan dari merdeka. Apa yang harus kita lakukan untuk mengembalikan kemerdekaan bangsa Indonesia? Setiap orang mempunyai jalannya masing-masing untuk mengemabalikan dan mempertahankan makna kemerdekaan Indonesia, dengan cara melawan - baik dengan cara menulis, berbicara sekencang mungkin, ataupun dengan cara turun ke jalan untuk mengingatkan para penguasa yang semena-mena - tapi hari ini bangsa Indonesia mulai tertidur pulas, mereka mabuk kepayang oleh kenyamanan mereka masing-masing untuk memerdekakan orang di sekitar mereka yang masih kelaparan, tertindas, dan bahkan menangis meratapi dunia yang mulai kejam kepada dirinya, bangsa Indonesia hari adalah bangsa yang apatis. Tak usah berkecil hati ada banyak hal untuk menolong sesame dengan cara kita masing-masing, mari kita rubah bangsa kita menjadi bangsa Indonesia yang merdeka-semerdekanya kita berantas segala bentuk penjajahan yang ada di dunia ini, kita berantas keterbudakan bangsa Indonesia kepada penguasa, karena yang pantas memperbudak dan menjajah adalah tuhan yang mennciptakan langit dan bumi
Ada suatu ungkapan yang mungkin bisa menggugah hati saya “penguasa hari ini adalah cerminan masyarakatnya, jikalau masyaraktnya menindas maka penguasa pun juga menindas” jikalau kita tak mau hal demikian terjadi dalam kehidupan bangsa Indonesia mengapa kita tidak mau memeperbaikinya? Sebelum saya menutup tulisan saya ini, marilah kita melantunkan bersama lagu wajib Indonesia yaitu lagu Indonesia raya dengan penuh pengahayatan, hayatilah setiap kata yang ada di dalam lagu Indonesia raya, marilaah kita aplikasikan lagu tersebut dalam keseharian kita dalam berbangsa dan bertanah air. Mari kita mulai:
Indonesia Raya
W.R. Supratman
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu
Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
Indonesia Tanah yang mulia
Tanah kita yang kaya
Di sanalah aku berada Untuk slama-lamanya
Indonesia Tanah pusaka Pusaka Kita semuanya
Marilah kita mendoa Indonesia bahagia
Suburlah Tanahnya Suburlah jiwanya
Bangsanya Rakyatnya semuanya
Sadarlah hatinya Sadarlah budinya
Untuk Indonesia Raya
Indonesia Tanah yang suci Tanah kita yang sakti
Disanalah aku berdiri ‘njaga ibu sejati
Indonesia! Tanah berseri Tanah yang aku sayangi
Marilah kita berjanji Indonesia abadi
Slamatlah Rakyatnya Slamatlah putranya
Pulaunya lautnya semuanya
Majulah Negrinya Majulah Pandunya
Untuk Indonesia Raya
Malang, 17 agustus 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Jejak Perjalanan (1)"

Sudah sampai mana kita telah berjalan? Sudahkah kita beristirahat sejenak, meneguk air lalu menikmati alam semesta yang indah ini Nona? Perjalanan yang paling indah adalah perjalanan menuju sebuah hakikat, mengapa tidak jikalau hakikat adalah dzat yang selalu ada dalam kehidupan kita, sedangkan dirimu Nona selalu saja menghilang dalam kubungan sajak-sajak. Aku adalah pejalan waktu yang selalu lelah pada setiap perjalanan namun aku tak akan pernah berhenti untuk berjalan, karena tujuanku adalah diri-Nya yang tak berujung. Pada setiap pagi, selepas fajar merah dirimu selalu redup bersama mataku Nona, tapi mengapa setiap mataku terbangun dirimu selalu tersenyum dihadapanku Nona. Pada pemilik dzat yang maha agung aku titipkan segala takdirku, begitupun juga dirimu Nona. POM Bensin Suramadu, 15 Desember 2019
Perempuan yang bersamaku hari ini 1/ Lama sudah tak kusuai debur gugup hati ini Beberapa saat ku liat dari balik kaca senyum indah yang bersuai di belantara hutan kota Katakan bahwa ini adalah kelopak yang akan tumbuh setelah dirimu bangkit dari rapuh mu 2/ Tak akan ada satupun serangga yang akan menumbangkan dan mengisap madumu Tak akan ada satupun angin maupun bencana lain yang akan menguburkan mu, kecuali pupuk yang akan aku beri setiap pagi 3/ Bersemilah kembali di tanah ku ini, akan ku beri air dan pupuk setiap hari, kan ku tatap dirimu setiap saat, akan ku selimuti dirimu kala angin mulai melanda, ku harap tuhan tidak berkata lain pada ketentuan yang aku impikan 4/ Berjanjilah tuhan akan menciptakan nya 20 april 

"perjalanan kopi (6)"

Sunyi kembali bergelut bersama malam, menghadirkan irama sendu yang selalu aku rasakan ketika kepergianmu bersamaan dengan adzan subuh. Apa kau tahu betapa aku selalu rindu akan malam, kopi, dan buku yang menghadirkan mu dalam deretan bangku warung kopi. Akan aku tulis perihal senyum dan kecentilan jari telunjuk yang selalu kau perlihatkan, setidaknya kau selalu tersenyum pada kekonyolan yang aku sebabkan. Aku ingin mencintaimu dengan sebuah kopi, buku-buku dan perbincangan kecil yang bisa membuat kita tersenyum. Dalam sajak ketahuan ini aku menyatakan rasa cinta dan kasih yang amat mendalam terhadapmu, betapa indah senyum dan gelak tawa yang kau seduh bersama kopi yang aku miliki. Kunil, 2 Desember 2019