Sunyi kembali bergelut bersama malam, menghadirkan irama sendu yang selalu aku rasakan ketika kepergianmu bersamaan dengan adzan subuh.
Apa kau tahu betapa aku selalu rindu akan malam, kopi, dan buku yang menghadirkan mu dalam deretan bangku warung kopi.
Akan aku tulis perihal senyum dan kecentilan jari telunjuk yang selalu kau perlihatkan, setidaknya kau selalu tersenyum pada kekonyolan yang aku sebabkan.
Aku ingin mencintaimu dengan sebuah kopi, buku-buku dan perbincangan kecil yang bisa membuat kita tersenyum.
Dalam sajak ketahuan ini aku menyatakan rasa cinta dan kasih yang amat mendalam terhadapmu, betapa indah senyum dan gelak tawa yang kau seduh bersama kopi yang aku miliki.
Kunil, 2 Desember 2019
Apa kau tahu betapa aku selalu rindu akan malam, kopi, dan buku yang menghadirkan mu dalam deretan bangku warung kopi.
Akan aku tulis perihal senyum dan kecentilan jari telunjuk yang selalu kau perlihatkan, setidaknya kau selalu tersenyum pada kekonyolan yang aku sebabkan.
Aku ingin mencintaimu dengan sebuah kopi, buku-buku dan perbincangan kecil yang bisa membuat kita tersenyum.
Dalam sajak ketahuan ini aku menyatakan rasa cinta dan kasih yang amat mendalam terhadapmu, betapa indah senyum dan gelak tawa yang kau seduh bersama kopi yang aku miliki.
Kunil, 2 Desember 2019
Komentar
Posting Komentar