Kabut dan hembusan angin mulai berhamburan, cinta mulai bersemi dengan dekapan dirimu dipelataran malam ini.
Paralayang menjadi kamera yang sangat mesra antara keberadaan dan kebersamaan kita berdua.
Aku pergi meninggalkan kisah-kisah yang selalu mengalihkan cintaku padamu nona, aku tersenyum dan terhenyak bisa lebih dekat layaknya angin dan dingin.
Cahaya dan hamburan manusia akan menunjukkan kita kembali pada kehidupan yang pernah aku harapkan.
Aku mencintaimu nona, pada angin, dingin, embun, dan lampu-lampu kota, aku bersaksi bahwa dirimu nona akan selalu terkenang dalam sebuah cinta dan rasa.
Paralayang, 10 Desember 2019
Paralayang menjadi kamera yang sangat mesra antara keberadaan dan kebersamaan kita berdua.
Aku pergi meninggalkan kisah-kisah yang selalu mengalihkan cintaku padamu nona, aku tersenyum dan terhenyak bisa lebih dekat layaknya angin dan dingin.
Cahaya dan hamburan manusia akan menunjukkan kita kembali pada kehidupan yang pernah aku harapkan.
Aku mencintaimu nona, pada angin, dingin, embun, dan lampu-lampu kota, aku bersaksi bahwa dirimu nona akan selalu terkenang dalam sebuah cinta dan rasa.
Paralayang, 10 Desember 2019
Komentar
Posting Komentar