Sudah beberapa hari ini aku tak bersua kembali bersamamu, apa benar aku sudah menyadari perihal kecintaan yang aku pendam? Apa kau memilih setia dan menjaga hatinya?
Sudahlah, kau taj berhak kembali merusak dan membuat bingung akan sebuah kehidupan cinta, aku tak mau membuat mu bersalah atau bahkan senyummu tak akan lagi hadir ketika kita bertemu.
Mungkin aku akan menutupi segala hal yang berhubungan tentangmu, memiliki mu saat ini adalah sebuah kemustahilan yang menjerat, dan mencintaimu adalah sebuah anugerah yang tuhan berikan kepadaku.
Aku titipkan hati ini pada tuhan, dan aku katakan "Terserah dirimu tuhan, mencintai adalah anugerah, memiliki adalah hadiah yang mungkin tak pernah aku bayangkan sebelumnya"
Nona, pada setiap malam aku selalu menunggumu di bawah cahaya kuning, bersama alunan music dan suara dari setiap sudut warung kopi, aku tidak akan gegabah menghabiskan kopi susu yang sedari lalu mendingin dan mulai mengental, aku hanya ingin menikmati kopi dan malam bersamamu, walau ketika kau disini, perjumpaanmu bukan bersamaku.
Teruslah kau tersenyum Nona, aku lebih memilih kau tersenyum bersama orang lain, daripada aku harus melihat kesedihan ketika bersamaku, rangkailah senyum alternatif yang bisa membuatku bahagia, jika kelak kau tidak bisa tersenyum lagi bersamanya, aku masih disini, menunggumu menikmati kopi terakhir bersamaku.
Kunil, 5 Desember 2019
00:58
Sudahlah, kau taj berhak kembali merusak dan membuat bingung akan sebuah kehidupan cinta, aku tak mau membuat mu bersalah atau bahkan senyummu tak akan lagi hadir ketika kita bertemu.
Mungkin aku akan menutupi segala hal yang berhubungan tentangmu, memiliki mu saat ini adalah sebuah kemustahilan yang menjerat, dan mencintaimu adalah sebuah anugerah yang tuhan berikan kepadaku.
Aku titipkan hati ini pada tuhan, dan aku katakan "Terserah dirimu tuhan, mencintai adalah anugerah, memiliki adalah hadiah yang mungkin tak pernah aku bayangkan sebelumnya"
Nona, pada setiap malam aku selalu menunggumu di bawah cahaya kuning, bersama alunan music dan suara dari setiap sudut warung kopi, aku tidak akan gegabah menghabiskan kopi susu yang sedari lalu mendingin dan mulai mengental, aku hanya ingin menikmati kopi dan malam bersamamu, walau ketika kau disini, perjumpaanmu bukan bersamaku.
Teruslah kau tersenyum Nona, aku lebih memilih kau tersenyum bersama orang lain, daripada aku harus melihat kesedihan ketika bersamaku, rangkailah senyum alternatif yang bisa membuatku bahagia, jika kelak kau tidak bisa tersenyum lagi bersamanya, aku masih disini, menunggumu menikmati kopi terakhir bersamaku.
Kunil, 5 Desember 2019
00:58
Komentar
Posting Komentar