Mungkin kita tidak akan pernah tahu keberadaan rasa yang selalu terpendam selama ini, yang aku tahu aku mencintaimu selaksa cahaya bulan yang menerangi malam.
Aku tak pernah tahu keberadaanmu dalam sebuah perasaan, mungkin saja kau tak pernah berjumpa dalam pertemuan kita, melainkan perjumpaanmu bersama orang lain.
Apa kau tahu bagaimana aku ingin berjumpa denganmu setiap waktu? Aku menjumpaimu melawati munajat, seduhan kopi, sepulan asap rokok, dan sajak puisi-puisiku.
"Duh pangeran, ajunan se ngagungih sadejeh ateh sareng alam saessenah, ajunan se maha oning sadejeh se bede, abdina cinta de' kaagungennah ajunan, abdina matorok ateh abdina, sadejeh se ajunan tantoagi abdina taremah"
Kunil, 4 Desember 2019
Aku tak pernah tahu keberadaanmu dalam sebuah perasaan, mungkin saja kau tak pernah berjumpa dalam pertemuan kita, melainkan perjumpaanmu bersama orang lain.
Apa kau tahu bagaimana aku ingin berjumpa denganmu setiap waktu? Aku menjumpaimu melawati munajat, seduhan kopi, sepulan asap rokok, dan sajak puisi-puisiku.
"Duh pangeran, ajunan se ngagungih sadejeh ateh sareng alam saessenah, ajunan se maha oning sadejeh se bede, abdina cinta de' kaagungennah ajunan, abdina matorok ateh abdina, sadejeh se ajunan tantoagi abdina taremah"
Kunil, 4 Desember 2019
Komentar
Posting Komentar