Betapa pekat malam ini, tidak ada bulan ataupun bintang mengitari malam di pelataran warung kopi.
Kamu tahu, aku haus dengan pekikan suara dan mekar senyummu yang tak kutemui malam ini, tak ada dahaga yang paling menyakiti daripada kehilangan senyumanmu.
Perihal kecintaan dan asih yang selalu aku timang, rawat, dan selalu aku siram dengan air kopi dan asap rokok, aku lebih memilihmu untuk tetap tersenyum tanpa kau tahu betapa malam selalu akan menenggelamkanku dalam halu.
Aku tidak ingin membenci siapapun termasuk dirimu dan seseorang yang selalu membuatmu tergesa-gesa untuk terhubung, aku tak akan membenci cinta yang tuhan wahyukan kepadaku, aku hanya ingin membenci bagaimana aku terpuruk dengan cintamu bahkan terseok-seok mengemis akanmu.
"Duh Gusti, abdina pasra de' ajunan, ajunan dzat se maha oning de' sadejenah alam, abdina yakin ajunan bekal aberrik se pantes sareng se begus de' abdina"
Kunil, 3 Desember 2019
Kamu tahu, aku haus dengan pekikan suara dan mekar senyummu yang tak kutemui malam ini, tak ada dahaga yang paling menyakiti daripada kehilangan senyumanmu.
Perihal kecintaan dan asih yang selalu aku timang, rawat, dan selalu aku siram dengan air kopi dan asap rokok, aku lebih memilihmu untuk tetap tersenyum tanpa kau tahu betapa malam selalu akan menenggelamkanku dalam halu.
Aku tidak ingin membenci siapapun termasuk dirimu dan seseorang yang selalu membuatmu tergesa-gesa untuk terhubung, aku tak akan membenci cinta yang tuhan wahyukan kepadaku, aku hanya ingin membenci bagaimana aku terpuruk dengan cintamu bahkan terseok-seok mengemis akanmu.
"Duh Gusti, abdina pasra de' ajunan, ajunan dzat se maha oning de' sadejenah alam, abdina yakin ajunan bekal aberrik se pantes sareng se begus de' abdina"
Kunil, 3 Desember 2019
Komentar
Posting Komentar