Kita menggigil dihadapan realitas yang ada - layaknya musim dingin, dan musim panas yang melanda - aku dalam ketidakmampuan merubah takdir, dan dirimu yang selalu bergerak dalam takdirmu sendiri.
Kita memiliki kehendak masing-masing - layaknya kau mengambil porsi nasimu, dan aku mengambil porsi nasiku, aku tidak bisa memaksa kehendak porsi nasimu, jikalau aku memaksa mu untuk sepertiku, mungkin saja porsi yang aku haturkan akan membuatmu kekenyangan atau bahkan kelaparan Nona.
Mari kita berjalan di jalan yang kita pilih dan merayakan apa yang telah terjadi nona, kita adalah hamba yang terjebak di dalam ketidak berhinggaan realitas.
Mari kita saling memahami hidup diri kita sendiri sebelum memahami orang lain nona.
Pada realitas terakhir, kita akan memahami bagaimana pola kehidupan kita sendiri.
Kematian kita esok akan membuat kita menggigil, dan tuhan akan berkata "Kalian telah kembali ke asal-muasal, mari kita memeriahkan hidup yang sesungguhnya".
Kunil, 15 Desember 2019
Kita memiliki kehendak masing-masing - layaknya kau mengambil porsi nasimu, dan aku mengambil porsi nasiku, aku tidak bisa memaksa kehendak porsi nasimu, jikalau aku memaksa mu untuk sepertiku, mungkin saja porsi yang aku haturkan akan membuatmu kekenyangan atau bahkan kelaparan Nona.
Mari kita berjalan di jalan yang kita pilih dan merayakan apa yang telah terjadi nona, kita adalah hamba yang terjebak di dalam ketidak berhinggaan realitas.
Mari kita saling memahami hidup diri kita sendiri sebelum memahami orang lain nona.
Pada realitas terakhir, kita akan memahami bagaimana pola kehidupan kita sendiri.
Kematian kita esok akan membuat kita menggigil, dan tuhan akan berkata "Kalian telah kembali ke asal-muasal, mari kita memeriahkan hidup yang sesungguhnya".
Kunil, 15 Desember 2019
Komentar
Posting Komentar