Seduhan kopi kali ini tidak jauh beda seperti hari yang lalu - aku bersamamu, dan tentunya kau bersama orang lain - untung saja beberapa sajak musik memberiku banyak pengertian tentang hidup dan cinta.
Masih banyak hal yang harus aku pelajari dari semesta, kepergian bukanlah kematian cinta, cinta akan selalu hidup dalam setiap derap langkah seorang pujangga.
Pada malam, kopi, cahaya, dan buku aku ucapkan beribu kasih, sabab musabab menggigilku mulai tercipta.
Pada tuhan dan semesta, cinta tercipta, cita melambung tinggi melebihi langit yang konon memiliki tujuh lapisan.
Padamu aku cintai dan kasihi segala yang kau berikan, kita terikat dengan status manusia, dan selanjutnya aku serahkan pada tuhan dan semesta yang lebih tahu apa seharusnya terjadi.
Ibu, pada kepulanganku selanjutnya, izinkan ragu, harap dan cintaku tertitip sempurna pada epitaf dirimu, sebab tiada penolakan pada dirimu.
Kunil, 30 November 2019
Masih banyak hal yang harus aku pelajari dari semesta, kepergian bukanlah kematian cinta, cinta akan selalu hidup dalam setiap derap langkah seorang pujangga.
Pada malam, kopi, cahaya, dan buku aku ucapkan beribu kasih, sabab musabab menggigilku mulai tercipta.
Pada tuhan dan semesta, cinta tercipta, cita melambung tinggi melebihi langit yang konon memiliki tujuh lapisan.
Padamu aku cintai dan kasihi segala yang kau berikan, kita terikat dengan status manusia, dan selanjutnya aku serahkan pada tuhan dan semesta yang lebih tahu apa seharusnya terjadi.
Ibu, pada kepulanganku selanjutnya, izinkan ragu, harap dan cintaku tertitip sempurna pada epitaf dirimu, sebab tiada penolakan pada dirimu.
Kunil, 30 November 2019
Komentar
Posting Komentar