Langsung ke konten utama

Tuhan itu lemah

Tuhan itu lemah
Tuhan adalah pecipta segala sesuatu, yang maha kuasa dan lain sebagainya, dan ciptaannya disebut dengan makhluk, baik itu manusia, malaikat, iblis, jin, tumbuha, dan lain sebagainya. Tuhan juga dzat yang maha kuasa akan segala sesuatu, jika tuhan berkata terjadilah, maka terjadilah, taka da yang bisa menhentikan akan kehendak tuhan, tapi pertanyaan saya apakah tuhan bisa menciptakan tuhan selain tuhan itu? Kan tuhan adalah dzat yang maha kuasa, bisa dong menciptakan tuhan selain tuhan itu sendiri. Satu lagi apakah tuhan bisa menciptakan batu yang sangat amat berat sehingga tuhan tidak bisa mengangkatnya? Mari kita diskusikan bersama.
Pagi ini diskusi yang cukup adem ayem, dimana saya dengan tiga temen saya baru bangun tidur dan kedatangan tamu untuk membeli buku yang orangnya agak sedikit ngeyel dari segi pemikiran dan argumennya, saya rasa mengajak diskusi orang yang sudah final dengan pertanyaan dia sendiri adalah suatu hal yang menjengkelkan, dimana semua argument yang kita sampaikan tak pernah di hargai, mungkin seperti itu, tapi tak apalah wong dia mau dan duduk dengan manis dengan sebullan rokok yang diaa bawa.
Diskusi berlangsung dengan dua tema yang menurut saya sudah kuno, tapi tak apalah wong saya juga lupa dengan jawaban rasionalnya. Tema pertama mendiskusikan tentang apakah tuhan bisa menciptakan tuhan itu sendiri? Wah, menarik bukan, mari lanjut. Kalo melihat dengan dzat tuhan yaitu maha kuasa akan segala sesuatu why not? Toh tuhan bebas kok akan segala hal yang ia lakukan, tapi apakah itu rasional? Bukankah kalo tuhan menciptakan tuhan selain dia bahkan hancur ini dunia?  Bukankah tuhan itu kehilangan kuasanya dengan adanya tuhan kedua? Sangat dilematis rupanya bung, jangan lupa dibawa ngopi biar tidak gegeran seperti kasus #2019gantipresiden yang di diskusikan di acara ILC TV One, kita diskusi santai saja.
Jika kita melihat sifat wajib tuhan, di sebutkan dua kali bahwa tuhan adalah dzat yang maha kuasa, bahkan kekuasaan nya tidak bisa kita rasionalkan dengan fikiran, (manusia juga punya kuasa kok, apa bedanya dengan tuhan? Sudah jangan memperpanjang diskusi ini lagi, kalo memang kamu kuasa kenapa kamu mau susah? Kenapa kamu mau saja menjomblo? Kenapa kamu mau saja di sakiti dan di PHP? Kalo emang kamu sama kuasanya dengan tuhan rubah itu semua dengan seketika), tapi jangan lupa bahwa tuhan bukan Cuma memiliki sifat wajib saja yang harus di miliki tuhan, tapi masih ada sifat msutahil dan jaiz yang tuhan miliki, bisa saja tuhan menciptakan tuhan kedua, tapi tuhan memiliki sifat yang mustahil antonym dari sifat wajib wahdaniyyat yaitu ta’addut, bahwa tuhan mustahil berbilangan atau lebih dari satu. Lah kalo gitu tuhan tidak kuasa dong dengan dzatnya sendiri? Nah kalo tuhan menciptakan tuhan kedua bukankah kuasanya akan hilang nanti? Hayo gimana?.
Bukan cuma itu saja jikalau tuhan menciptakan tuhan kedua bakal hancur ini dunia, yang tuhan satu bilang ini, yang satunya bilang itu. Nah spesifikasinya terletak di sifat jaiz tuhan yaitu  فعل كل ممكن أو تركه dimana tuhan mungkin saja menciptakan sesuatu atau bahkan meninggalkannya
Banyak sekali hal yang harus kita dalami dalam masalah filsafat, tasawuf atau teologi agar kita mengenal tuhan lebih dalam, bagaimana caranya?  مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّ  dengan mengetahui diri kita sendiri, maksudanya? Kita mengetahui kadar dalam diri kita sendir, kelemahan kelebihan atau yang sering kita kenal dengan SWOT, tapi apakah itu bisa? Mungkin, karena mengetahui diri kita sendiri bukan hanya tahu0, tapi memahami lebih dalam, karena menurut Suhrawardi Al-Maqtul guru dari Ibnu Araby yang menggas teori iluminasi mengatakan bahwa sanya manusia adalah cerminan dari tuhan, lah jika melakukan kejelekan apakah kita mencerminakan tuhan? Nah pertanyaan cerdas, jika kita melakukan kejelekan kita tidak mencerminkan tuhan, karena ada yang salah dalam diri manusia yang melakukan kejelekan, karena sifat alamiah manusia adalah melakukan kebaikan dan kebajikan, Tanya saja ke semua orang bahkan iblispun tak mau dia masuk neraka atau berbuat jelek.
Nah sebagai kaum intelektual maka marilah kita berdiskusi, duduk bareng ngobrol, baca buku jangan Cuma HP-an, pacaran, telponan dan lain sebagainya yang tak berbinifit, bukankah kita semua diturunkan ke bumi untuk menjadi kholifah? Tapi kalo intelektual kita dangkal dan hati kita ambruk siapa yang bakal ikut akan jejak kita? Banyak sekali materi yang harus kita kaji lagi, taka da suatu materi yang using kecuali kita melihat itu sudah basi.

Malang, 08 September 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berhulu pada Hujan

  menyusuri seteiap manuskrip yang sudah usang, menerjemahkan dan memulai kembali setiap kata yang telah tertulis. aku terdiam pada kata yang telah usai, ditempa oleh air yang membuatnya kacau, dan aku kembali kepad kata pertama, mencoba segala usaha kembali kepada hari dimana tulisan itu ditulis, aku menemukannya, sedikit senyum ini terumbar, lantas aku menemukanmu dengan senyum yang sudah lama aku lupakan "kau benar dengan tidak mencintaiku Nona"  aku terburu-buru menutup naskah itu kembali, terasa nyeri ke hulu hati paling lubuk, dan kau benar-benar sudah usang untuk aku hampiri kembali, tapi hujan dan deras membujuk diriku dan memindahkan pandangan pada gemericik air di atas tanah, lalu ilalang seakan berdzikir dengan indah, megisyaratkan akan keindahan senyummu yang pernah kau ukir bersamaku ketika hujan. aku tak bisa melupakan tangan yang kau julurkan untuk menghadang air hujan yang ingin jatuh ke tanah, dengan pejam yang kau lakukan, aku menirukannya, aku meniru untuk ...

"Perjalanan Kopi (19)"

Aku tidak sempat memanifestasikan hujan tadi menjadi sebuah sajak tentang dirimu nona, aku terlalu menghayati perjumpaan kita melewati hujan, bahkan dirimu datang melewati hujan dan deru atap yang ramai. Sempat saja aku bertanya perihal keadaan dirimu, sudahkah dirimu menikmati hujan malam ini Nona? Mungkin saja disana makna hujan berubah seseorang yang bukan aku, atau bahkan hujan akan membawamu menyelami kitab kuno yang selalu kau pelajari. Beberapa waktu lalu dirimu mempertanyakan objek dalam setiap sajakku, apa dirimu berpura-pura tidak tahu Nona? Atau bahkan dirimu benar tidak tahu? Atau lebih buruk kau tidak tahu menahu objek sajakku Nona? Tersenyumlah Nona, akan aku jawab perihal objek dalam setiap sajakku ini, sajakku adalah manifestasi cinta dan rindu padamu Nona, seorang Nona yang mempunyai senyum yang meluluhlantakkan setiap kota layaknya atom. J-COFFE setelah hujan, 23 Desember 2019

"perjalanan kopi (6)"

Sunyi kembali bergelut bersama malam, menghadirkan irama sendu yang selalu aku rasakan ketika kepergianmu bersamaan dengan adzan subuh. Apa kau tahu betapa aku selalu rindu akan malam, kopi, dan buku yang menghadirkan mu dalam deretan bangku warung kopi. Akan aku tulis perihal senyum dan kecentilan jari telunjuk yang selalu kau perlihatkan, setidaknya kau selalu tersenyum pada kekonyolan yang aku sebabkan. Aku ingin mencintaimu dengan sebuah kopi, buku-buku dan perbincangan kecil yang bisa membuat kita tersenyum. Dalam sajak ketahuan ini aku menyatakan rasa cinta dan kasih yang amat mendalam terhadapmu, betapa indah senyum dan gelak tawa yang kau seduh bersama kopi yang aku miliki. Kunil, 2 Desember 2019