Balada pemuda nelayan
Malam ini banyak cerita yang telah menjadi pendamping hidup,
entah hidup ini merasa lebih baik.
Banyak kepulan rokok dan seduhan coklat malam ini, lalu canda ria mulai terlukis di antara raut
muka yang tak setara, ku lihat taka da satupun rasa gelisah di belahan bibir
mereka.
“mari bakar lagi batang rokok yang tersisa, minum kembali
coklat yang masih hangat” pelabuhan menjadi teman perahu yang terdiam bisu,
deburan ombak yang tenang dan angina yang membawa pesan asap rokok ke udara.
Sejanak kita mulai berlarian dengan cerita kita
masing-masing, berebut tahta untuk menjadi pendongeng yang sebenarnya, ku lihat
raut wajah yang antusias untuk bercerita, ku tawarkan kembali untuk
sejenakmenghirup asap rokok dan meminum coklat yang masih hangat.
Sejenak pelabuhan menjadi hening, lalu ketawa pun menjadi
ramah-tamah pembubaran cerita malam ini, tak sedikit pesan yang aku bawa
oleh-oleh untuk bekal berlayarku malam ini, dan kalian semua akan menjadi
momentum perahu yang akan aku tumpangi esok.
Mari kita bertukar senyum terlebih dahulu sebelum ombak akan
menenggelamkan perahu kita malam ini.
Pasongsongan 11
november 2017
Komentar
Posting Komentar